Nglawak- Malam ini, Minggu 04 Agustus 2024 Malam 10 Muharram atau yang disebut juga malam 10 suro merupakan hari yang istimewa bagi umat muslim jawa, khususnya warga desa Nglawak. Dan dihadiri juga oleh Kartar, Lpm, Rt Rw, Pemerintah Desa, dan Bpd.
Pada malam ini, warga biasanya mengadakan tradisi suronan atau suran, seperti yang dilakukan oleh warga desa nglawak di RT 11 RW 03, kegiatan ini dilaksanakan usai melaksanakan Shalat Isya dan Shalat Tasbih berjamaah, warga menggelar tradisi peringatan suronan. Sebelum kenduri dan doa bersama dimulai, acara didahului dengan sholawatan . Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan doa bersama dipimpin oleh sesepuh yang terdiri dari tokoh masyarakat. Masing-masing membacakan doa secara berkesinambungan.
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan kenduri dan kembul bujana (makan bersama). Tidak lupa adanya bubur suro yang terdiri dari 7 macam biji-bijian juga turut mewarnai menu kenduri dan makan bersama.
Selain bubur suro, makanan khas bulan suro lainnya yang terdapat dalam menu kenduri adalah sayur yang terdiri dari 7 macam sayuran lokal setempat. Menurut para sesepuh, hal ini dikarenakan angka 7 memiliki simbol jumlah hari dalam satu minggu yang bermakna agar setiap hari kita harus memiliki tekad dan niat yang baik dalam bertindak.
Selain menu-menu istimewa, yang khas dalam kenduri di bulan Suro adalah wadah menu kenduri yang terbuat dari dedaunan seperti daun kelapa, jati dan pisang. Daun kelapa yang berwarna hijau sebagai pembungkus paling luar dianyam langsung di lokasi saat kenduri oleh masing masing peserta kenduri laki-laki dan perempuan.
Penggunaan daun sebagai pembungkus makanan dilakukan untuk menjaga tradisi nenek moyang yang menggunakan bahan lokal setempat sebagai sarana sehari-hari.
Usai kenduri, warga menggelar shalawatan hingga tengah malam tiba. Selain warga RT 11 RW 03 Desa Nglawak, warga Desa Nglawak yang berlokasi di sekitar RT 11 RW 03 juga turut berpartisipasi dalam acara tersebut.