HARGA RELATIF STABIL , PETANI BAWANG MERAH BERSUKA CITA


 2020-08-05 |  Tahta

Masyarakat sedikit gembira ditengah wabah Covid-19. Harga bawang merah relatif stabil memasuki panen raya . Panen raya Bawang merah di wilayah Kecamatan Wilangan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2020.

Bawang merah menjadi salah satu komoditas unggulan dari kabupaten Nganjuk. Diantara daerah di kabupaten Nganjuk yang menjadi pemasok bawang merah adalah Kecamatan Sukomoro, Bagor, Rejoso serta beberapa daerah lainnya. Tak terkecuali dari wilayah kecamatan Wilangan. Kecamatan Wilangan saat ini memiliki sekitar 55 hektar lahan pertanian bawang merah, yang berada di desa Sukoharjo dan Ngudikan. Saat ini petani bawang merah dari kedua desa tersebut tengah memasuki musim tanam Raya.

Salah satu petani dari Desa Ngudikan, Setyo Agung menceritakan untuk modal tanamnya per 100 ru nya membutuhkan sekitar Rp.12.000.000,- untuk tahun ini. Hal itu tergantung dengan harga bibitnya serta kondisi cuaca dan adanya hama penyakit. Jika cuaca tidak menentu dan ada serangan hama , maka biaya akan semakin besar. Agung yang merupakan perangkat desa Jogoboyo di Desa Ngudikan mengatakan'' Saya menggarap lahan 700 ru dengan pendapatan per 100 ru nya sekitar 2 ton mas, alhamdulillah tahun ini lumayan hasilnya, meski jika dihitung dengan modal ya agak mepet '' Tutur pria yang akrab disapa Agung tersebut,

Di musim tanam raya seperti inilah hasil panen bawang merah berada pada puncaknya. Hasil panen setiap 100ru mendapatkan hasil sekitar 2,3 - 3 ton. Saat ini harga bawang merah dipasaran relatif stabil,  berkisar Rp.13.000 - Rp.15.000. Camat Wilangan , Yonny Rachmanto berharap desa-desa lainnya mulai berinovasi dalam bidang pertanian, khususnya penanaman bawang merah. Karena saat ini prospek bawang merah selalu menjadi andalan sektor pertanian di berbagai daerah di indonesia.