Begini Caranya Dapatkan Subsidi Listrik


 2020-03-09 |  Tahta

Penyebaran informasi mengenai subsidi listrik memang harus dilakukan lebih masif lagi. Pasalnya, masih banyak rakyat kecil yang belum mengetahui syarat lengkap dari subsidi listrik, termasuk cara mendapatkannya.

Elektrifikasi listrik di Indonesia faktanya belum 100 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum tersentuh subsidi listrik, terutama mereka yang berada di pelosok dan jauh dari jangkauan informasi.

Pemerintah melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TMP2K) tengah gencar melakukan pendataan pelanggan penerima subsidi listrik. Masyarakat turut dipersilakan untuk melakukan pengaduan terkait subsidi listrik.

Untuk itu, masyarakat yang merasa berhak mendapatkan tapi belum menerima subsidi listrik, diharapkan dapat melapor ke kantor desa untuk dicek apakah masuk pada data BDT, bukan ke PLN. Sebab, pendataan memang berada di bawah TMP2K melalui kelurahan/desa dan kecamatan.

Masyarakat dapat mengisi formulir pengajuan subsidi listrik di desa/kelurahan, dan pengajuan itu akan diteruskan ke kecamatan. Nantinya, kecamatan yang akan mengirimkan data itu ke TMP2K langsung.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wilangan, Hartono , mengatakan ''80 persen subsidi memang diberikan kepada rumah tangga. Subsidinya beragam, tapi untuk pelanggan 450 va (volt ampere) memang telah mendapat subsidi penuh.Mereka hanya membayar Rp 415/kwh yang seharusnya Rp 450/kwh," kata Hartono

Selain itu, untuk pelanggan 900 va, sesuai kesepakatan DPR, akan dipilah mana pelanggan yang mampu dan kurang atau tidak mampu. Jika masuk kategori berhak mendapat subsidi, mereka hanya akan membayar Rp 605/kwh.

Hartono  mengungkapkan, dana yang digunakan untuk subsidi listrik berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan TMP2K. Untuk itu, ia mengimbau, jika ada masyarakat kecamatan Wilangan yang merasa berhak segera melaporkan diri ke kantor desa tempat tinggalnya. "Biar benar-benar tepat sasaran subsidi listrik itu, jangan sampai diberikan kepada mereka yang sebenarnya tidak berhak," ujar Hendra.